Dari Gojek Menjadi Menteri Inilah Fakta Unik Nadiem Makarim

Dari Gojek Menjadi Menteri Inilah Fakta Unik Nadiem Makarim

Category : Berita

Penulis : Mutawakil Amin Editor : Isnan Chodri

Tulisan ini dibuat berdasarkan tulisan dari Kompas.com

Jakarta, Malhikdua.sch.id “Kawan-kawan pemuda jangan menunggu dunia berubah, dunia ada di tanganmu, asal kita berani melangkah kita tak akan pernah kalah,” kata menteri pendidikan dan budaya Nadiem Makarim saat memberikan sambutan pada peringatan hari sumpah pemuda di  di halaman Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (28/10/2019)

Selain menjadi menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju ternyata ada beberapa fakta unik yg meliputi sosok mantan CEO Go Jek tersebut, berikut beberapa di antaranya:

  1. Pernah Berkuliah di Amerika
    Sebelum menjadi CEO google Nadiem makarim pernah berkuliah di Brown University Rhode Island Amerika serikat mengambil jurusan Hukum Internasional dan lulus pada 2006, Setelah 3 tahun  Nadiem kemudian kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil program Master di Harvard Business School, Harvard University, Boston, Amerika Serikat, dan lulus dengan gelar Master Business Of Administration (MBA).
  2. Bukan dari keluarga penguasa
    Meskipun sukses mendirikan perusahaan Go Jek ternyata Nadiem Makarim sendiri bukan berasal dari keluarga pengusaha, Nadiem Makarim adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya adalah seorang aktivis sekaligus pengacara yang bernama Nono Anwar Makarim.
    Sedangkan ibunya adalah Atika Algadri, anak dari seorang anggota parlemen di masa awal kemerdekaan RI, Hamid Algadri, yang sekarang berprofesi sebagai penulis lepas. Dari keluarganya, Nadiem Makarim menjadi satu-satunya yang berfokus di bidang bisnis.
  3. Merupakan Menteri Termuda di Kabinet Indonesia Maju
    Menjadi Menteri di usia 35 tahun tentu menjadi sebuah prestasi sekaligus tantangan yang harus di hadapi oleh Nadiem Makarim, Pria yang lahir di  Singapura, 4 Juli 1984 mengakatan bahwa selain menjadi seorang menteri dirinya merupakan perwakilan dari generasi muda.
    Dirinya ingin membuka kesempatan untuk generasi muda membangun bangsa.
    “Saya mewakili generasi milenial ke bawah. Kehadiran saya di sini membuka berbagai macam kesempatan generasi berikutnya, kawan-kawan pemuda gerbang kita telah terbuka,” tutur Nadiem.
  4. Pernah bekerja sebagai konsultan hingga co-founder
    Setelah menyelesaikan kuliah nya di Brown university, Nadiem makarim pernah bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company di Jakarta, Lalu Setelah Menyelesaikan Studi S2 nya di Havard dan mendapatkan gelar master dia menjadi co-founder dari Zalora. Setelah keluar dariZalora, Nadiem bekerja di Kartuku sebagai Chief Innovation Officer.
  5. Mendirikan Go Jek
    Saat menjadi karyawan di Indonesia, Nadiem kerap menggunakan transportasi umum, ojek. Dari situlah muncul keresahannya akan tidak praktisnya transportasi umum saat ini.
    Dengan menggandeng 20 driver ojek langganannya, Nadiem akhirnya meluncurkan Gojek pada tahun 2011. Kini, Gojek adalah satu-satunya startup Decacorn dari Indonesia yang memiliki valuasi lebih dari 10 miliar dolar atau kurang lebih Rp 141 triliun.
  6. Gojek menjadi andalan indonesia
    Selain mengubah pandangan masyarakat umur tentang transortasi Go Jek juga mengubah cara orang memanfaatkan teknologi. elain itu, Nadiem juga tidak hanya memberikan layanan yang efisien dan efektif melalui Gojek tetapi juga meningkatkan pendapatan bagi masyarakat Indonesia.
    Dengan bertambahnya fitur dan fasilitas yang diberikan Gojek, tidak hanya driver Gojek, tetapi juga berbagai usaha mikro yang mendapat keuntungan dalam hal pendapatan.
    Inilah yang membuat Gojek menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Nadiem Makarim dan Gojek adalah satu kesatuan yang sudah memberikan dampak positif untuk masyarakat Indonesia.

Begitulah berapa fakta tentang mendikbud kita yang baru, Nadiem Makarim.